PELAKSANAAN PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara masih menyisakan beberapa kekurangan.
Salah satunya adalah kondisi venue perlombaan.
Hal itu dikeluhkan atlet Malang yang saat ini tergabung dalam kontingen Paralayang Jawa Timur.
Sebagai informasi, cabor paralayang PON 2024 dilaksanakan di Taman Rusa, Kabupaten Aceh Besar.
Venue itu baru dibangun untuk perlombaan paralayang pada akhir tahun lalu.
Pelatih Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Yustra Ramadhani menjelaskan, kondisi tempat perlombaan yang baru dibangun menyisakan beberapa kekurangan.
Seperti akses jalan ke venue yang belum selesai dibangun.
”Jadi belum diaspal, masih tanah saja jalannya,” papar Yustra.
Akibatnya, saat sedang turun hujan, mereka menjadi kesulitan untuk menuju Taman Rusa.
Fasilitas pendukung seperti tenda untuk bernaung para atlet baru dibangun sehari sebelum pembukaan lomba pada Minggu lalu (8/9).
Padahal, para kontingen dari berbagai daerah sudah menggunakan venue itu untuk uji coba.
Jawa Timur misalnya, sejak 26 Agustus lalu sudah melaksanakan adaptasi lintasan.
Selain itu, kondisi cuaca juga memberi tantangan.
Yustra menceritakan, pertandingan cabor paralayang baru berlangsung sekali saat pembukaan.
Itu pun hanya satu babak yang dilangsungkan dari enam babak yang direncanakan.
”Hari ini (kemarin, red) juga masih ditunda karena angin kencang. Rencananya besok mulai lagi,” tutur dia.
Akibatnya, delapan atlet mereka yang semuanya berasal dari Malang Raya itu baru tampil sekali di empat nomor.
Di antaranya nomor ketepatan mendarat putra regu dan perorangan.
Serta nomor ketepatan mendarat putri regu dan perorangan.
Hasilnya Jawa Timur menempati urutan ketiga untuk nomor beregu putri dengan poin 126 poin.
Sementara untuk kategori putra juga menempati posisi tiga dengan 17 poin.
Selanjutnya, mereka akan melakoni nomor lintas alam. (tio/gp)
Real source:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar