Kamis, 22 Januari 2026

Paralayang Kota Malang Siapkan Dua Opsi untuk Regenerasi Atlet



KEHILANGAN sejumlah atlet akibat batasan usia pada Porprov X Jatim 2027 mendatang tidak membuat Cabor Paralayang Kota Malang khawatir. Mereka akan memaksimalkan proses regenerasi atlet agar bisa tampil kompetitif. Pengurus cabor sudah punya dua skema untuk menyiapkan atlet baru.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Malang Samsul Hadi mengungkapkan, mereka saat ini kehilangan satu atlet putri karena sudah berusia di atas 23 tahun. Sementara untuk atlet yang punya jam terbang tinggi hanya tersisa satu atlet. Kondisi tersebut membuat mereka harus mencari sosok pengganti.

”Untuk jangka pendek kami akan mencari atlet dari daerah lain,” katanya. Menurutnya, perekrutan atlet putri cukup sulit membuat mereka harus mencari talenta dari kota dan kabupaten lain. Apalagi olahraga tersebut cukup mahal dari biaya latihan sampai pemenuhan peralatan.

Selain memanfaatkan mutasi atlet, pihaknya juga menyiapkan rencana jangka panjang. Mereka akan menjaring atlet dari Kota Malang yang berpotensi dibina jangka panjang. Salah satu fokusnya adalah mencari anak-anak dari mantan atlet paralayang yang berminat terjun ke cabang olahraga tersebut.

”Saat ini kami sudah memiliki dua atlet putra dan dua atlet putri untuk proyeksi Porprov 2029 mendatang,” katanya. Samsul menambahkan, pihaknya akan tetap menjalankan dua program tersebut. Sambil melihat perkembangan atlet mana yang paling siap untuk tampil di Porprov X Jatim 2025 di Surabaya. Targetnya mencapai prestasi yang lebih baik. 


Real source:

https://www.google.com/amp/s/radarmalang.jawapos.com/olahraga/amp/817093464/paralayang-kota-malang-siapkan-dua-opsi-untuk-regenerasi-atlet

Wisata Paralayang Bali yang Aman dan Menyenangkan

 


Pernah melihat orang yang mencoba wahana paralayang untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian layaknya burung yang sedang terbang? Ingin mencoba menikmati pengalaman yang seperti ini ketika sedang berada di Bali? Kamu bisa mencoba aktivitas wisata paralayang seperti ini di RIUG Paragliding.

Artikel ini kami buat khusus buat kamu yang sedang mencari informasi terkait wisata paralayang Bali, yang akan merangkum tentang wisata paralayang itu sendiri sampai dengan rekomendasi tempat yang sering dijadikan rujukan para turis.

Jadi simak artikel kita kali ini sampai habis ya.

Apa itu Wisata Paralayang?

Paralayang atau yang kadang juga disebut sebagai paragliding sebenarnya merupakan sebuah olahraga yang memungkinkan kita untuk terbang dari ketinggian yang menggunakan parasut sebagai medianya, baik untuk kompetisi sampai dengan rekreasi.

Sebagai sebuah olahraga, paralayang di Indonesia juga memiliki organisasi resmi yakni Persatuan Layang Gantung Indonesia yang bernaung dibawah Federasi Aero Sport Indonesia.

Sebagai aktivitas wisata maupun olahraga, paralayang memiliki konsep yang sama, dimana orang yang bermain paralayang akan melakukan lepas landas dari sebuah bukit dengan memanfaatkan angin yang akan menggerakan parasut tersebut.

Rekomendasi Wisata Paragliding di Bali

Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa sebagai aktivitas wisata, tempat terbaik untuk melakukan aktivitas ini adalah sebuah tempat yang memiliki pemandangan indah dan terdapat gunung untuk melakukan lepas landas.

Bali tentu saja masuk kedalam salah satu tempat yang cocok untuk wisata paralayang. Selain memiliki pemandangan indah layaknya pantai, disini juga terdapat banyak gunung dan bukit yang siap digunakan sebagai area lepas landas.

Berbicara soal wisata paralayang Bali, RIUG Paragliding merupakan salah satu lokasi paralayang yang sering dijadikan rujukan oleh para turis-turis yang sedang berada di Bali. Tidak hanya soal harga yang relatif terjangkau, RIUG Paragliding juga dikenal sebagai wisata paragliding di Bali yang sangat aman.

Selain memiliki banyak pilot tandem yang bersertifikat, aktivitas wisata yang ada disini juga didukung oleh asuransi yang akan meng-cover, jika ada kejadian yang tidak diinginkan. 

Siapakah RIUG Paragliding itu?

Seperti namanya, RIUG Paragliding merupakan sebuah wisata paralayang yang lokasinya berada di Gunung Riug Nusa Dua, Bali yang dikelola oleh PT. Tritunggal Bali Angkasa yang pertama kali dibentuk pada Juni 2017.

Sebagai sebuah lokasi wisata paralayang Bali, RIUG Paragliding memiliki perjalanan yang panjang yang berawal dari 3 seorang sahabat yang suka dengan olahraga paralayang. Dengan kecintaan terhadap olahraga ini, akhirnya mereka membentuk RIUG Paragliding untuk mengajak wisatawan menikmati keindahan pantai di Bali Selatan melalui ketinggian.

Keberadaan RIUG Paragliding ternyata disambut dengan baik oleh para wisatawan, seiring berjalannya waktu tempat ini menjadi pilihan banyak orang, dan hampir sebagian besar dari mereka merasa puas.

Tips Bermain Paralayang di Riug Paragliding

Ketertarikan untuk mencoba paralayang saat berlibur di Bali mungkin karena pernah melihat beberapa foto yang dibagikan oleh temanmu di sosial media. Jika ini adalah pengalaman pertamamu, berikut beberapa tips yang harus kamu persiapkan sebelum mencoba wisata paralayang Bali di Riug Paragliding.

  • Tidak Phobia Ketinggian.
    Paralayang merupakan aktivitas yang memungkinkan kita untuk terbang diatas ketinggian dengan parasut. Jadi pastikan kamu tidak memiliki fobia akan ketinggian. Jika kamu memang takut dengan ketinggian, lebih baik mencoba aktivitas wisata lain yang lebih aman.
  • Persiapan Pribadi
    Meski Riug Paragliding sudah menyiapkan helm dan sepatu olahraga, kamu juga harus menyiapkan beberapa peralatan pribadi yang akan digunakan, seperti celana training untuk olahraga outdoor sampai dengan jaket untuk menjaga suhu tubuh ketika sedang terbang di udara.
  • Hindari Terbang Solo
    Terbang solo memang lebih leluasa, namun jika ini adalah pengalaman pertama kamu, Paralayang Tandem yang akan dipandu oleh pilot paralayang adalah pilihan terbaik. Baru jika kamu rasa ini aktivitas yang seru, kamu bisa berlatih lagi dan mencoba terbang solo.
  • Menggunakan Pengaman
    Jika kamu akan melakukan penerbangan di Riug Paragliding, staf kami sudah menyiapkan beberapa peralatan pengaman selama terbang dimulai dari helm, sepatu olahraga, dan hal teknis lainnya selama terbang. Pastikan kamu mengikuti segala instruksi yang telah diberikan oleh pemandu kami, demi memastikan keselamatan ketika sedang terbang. 

Real source:

Atraksi Wisata Paralayang

 


Wisata Paralayang Puncak Caning Bukit Bual

          Bisa menjadi rekomendasi wisata malam Anda selain Berwisata Puncak Caning , air Terjun dan Goa, merupakan salah satu tempat wisata menarik dimana Anda dapat menikmati sensasi mencoba olahraga paralayang.

          Bagi Anda yang baru mencoba pertama kali tidak perlu khawatir, karena ada banyak instruktur yang siap mendampingi Anda. Wisata Paralayang Puncak Caning Bukit bual mempunyai dua lokasi, yaitu lokasi pemberangkatan yang berada di daerah Gunung (Puncak Caning) dan lokasi pendaratan berada di daerah Lahan Persawahan.

             Wisata ini dapat dinikmati untuk umur mulai dari 14 tahun hingga 60 tahun. Bagi anak berusia dibawah umur 18 tahun harus disertai persetujuan orang tua. Wisata Paralayang Puncak Caning Nagari Bukit bual. Suasana yang indah dengan nongkrong di Ketinggian dengan Pemandangan yang ada di Sekitarnya. Untuk tandem paralayang sendiri dimulai jam 7 pagi sampai dengan sekitar jam 5 sore jika cuaca sedang baik.

         Bagi anda yang tidak ingin mencoba olahraga paralayang anda tetap dapat masuk ke area wisata ini dan menikmati pemandangan dari atas ketinggian bukit (Puncak Caning).

Sebagai nagari yang kaya sumber daya alam, Nagari Bukit Bual Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung, memiliki banyak potensi wisata.

Tidak hanya, keindahan panorama sawah dan perbukitan serta Wisata Danau Hijau, nagari yang berbatasan dengan Kota Sawahlunto ini sangat cocok untuk pengembangan olahraga paralayang dan gontole.

 Wali Nagari Bukit Bual, Otriwandi S.Pd, mengungkapkan, beberapa lokasi di Nagari Bukit Bual cocok dijadikan sebagai tempat olaharaga paralayang atau gontole

“Nagari Bukit Bual yang dikelilingi perbukitan sangat cocok untuk pengembangan oleharaga paralayang atau gontole,” kata Otriwand

Ia mengaku telah mendiskusikan dan melakukan survei dengn berbagai pihak, baik dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Sijunjung, DPRD, KONI dan pemuda pencita alam serta masyarakat setempat untuk pengembangan olahargmemngadakan peninjauan tentang pengembangan olahraga paralayang.

“Alhamdulillah, kita mendapat dukungan dari semua unsur baik DPRD, Pemerintah Daerah, dan KONI, serta Pemuda pecinta alam, terutama masyarakat untuk mengembangkan objek wisata paralayang dan gontole,” ucap Otriwandi.

Menurut Otriwandi, pemberdayaan wisata dan pengembangan olahraga sangatlah tepat dalam membantu pembangunan sebuah nagari. Hadirnya Paralayang dan Gantole di Nagari Bukit Bual membuat para wisatawan akan tertantang melihat panorama alam Nagari Bukit Bual.

“Hadirnya cabang olah raga ini, tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan juga telah memperkenalkan sebuah cabang olahraga yang sangat awam oleh masyarakat kami. Akses jalan akan kami sempurnakan, dan itu bisa membuat para pengujung lebih cepat melakukan aktifitas di sekitar obyek wisata paralayang. Di sana juga akan dibangun sebuah spot berfoto yang bisa dinikmati oleh para pengujung,” sebutnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Muslim, menyatakan, siap menjadi tokoh utama dalam pembentukan cabang olah raga para layang.Ia telah mengundang tim paralayang, dan sekaligus menguji kelayakan lokasi dengan melakukan uji terbang.

” Sudah kita lakukan survei dengan tim paralayang dan sekaligus menguji kelayakan lokasi.Dari tiga tempat, hanya satu tempat yang menjadi the best zona, yaitu tepatnya di atas perbukitan wisata danau hijau, ” katanya.

Kepala Dinas Parpora Kabupaten Sijunjung, Yofritas menyambut Nagari Bukit Bual sangat cocok dijadikan lokasi cabang olahraga Paralayang dan Gantole.Apalagi, di Kabupaten Sijunjung belum mempunyai lokasi cabor Paralayang dan Gontole.

“ Sangat cocok sekali, apalagi dipadukan dengan distenasi dan panorama alamnya juga sangat mendukung,” ujar Yofritas.

Ia mengapresiasi masyarakat Bukit Bual yang begitu inovatif mengembangkan wisata sendiri.Mantan asisten III Setdakab Sijunjung ini juga memuji langkah warga setempat yang sudah membuka jalan masuk ke lokasi Paralayang dan Gontole.


Real source: 

https://jadesta.kemenparekraf.go.id/atraksi/atraksi_wisata_paralayang

Atlet Paralayang asal Malang Berhadapan dengan Venue Tidak Ideal

 


PELAKSANAAN PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara masih menyisakan beberapa kekurangan.

Salah satunya adalah kondisi venue perlombaan.

Hal itu dikeluhkan atlet Malang yang saat ini tergabung dalam kontingen Paralayang Jawa Timur.

Sebagai informasi, cabor paralayang PON 2024 dilaksanakan di Taman Rusa, Kabupaten Aceh Besar.

Venue itu baru dibangun untuk perlombaan paralayang pada akhir tahun lalu.

Pelatih Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Yustra Ramadhani menjelaskan, kondisi tempat perlombaan yang baru dibangun menyisakan beberapa kekurangan.

Seperti akses jalan ke venue yang belum selesai dibangun.

”Jadi belum diaspal, masih tanah saja jalannya,” papar Yustra.

Akibatnya, saat sedang turun hujan, mereka menjadi kesulitan untuk menuju Taman Rusa.

Fasilitas pendukung seperti tenda untuk bernaung para atlet baru dibangun sehari sebelum pembukaan lomba pada Minggu lalu (8/9).

Padahal, para kontingen dari berbagai daerah sudah menggunakan venue itu untuk uji coba.

Jawa Timur misalnya, sejak 26 Agustus lalu sudah melaksanakan adaptasi lintasan.

Selain itu, kondisi cuaca juga memberi tantangan.

Yustra menceritakan, pertandingan cabor paralayang baru berlangsung sekali saat pembukaan.

Itu pun hanya satu babak yang dilangsungkan dari enam babak yang direncanakan.

”Hari ini (kemarin, red) juga masih ditunda karena angin kencang. Rencananya besok mulai lagi,” tutur dia.

Akibatnya, delapan atlet mereka yang semuanya berasal dari Malang Raya itu baru tampil sekali di empat nomor.

Di antaranya nomor ketepatan mendarat putra regu dan perorangan.

Serta nomor ketepatan mendarat putri regu dan perorangan.

Hasilnya Jawa Timur menempati urutan ketiga untuk nomor beregu putri dengan poin 126 poin.

Sementara untuk kategori putra juga menempati posisi tiga dengan 17 poin.

Selanjutnya, mereka akan melakoni nomor lintas alam. (tio/gp)


Real source:

https://radarmalang.jawapos.com/olahraga/815076184/atlet-paralayang-asal-malang-berhadapan-dengan-venue-tidak-ideal?page=2

Mengenal Olahraga Paralayang Yang Bisa Menikmati Pemandangan

 


Olahraga paralayang merupakan aktivitas ekstrem yang melibatkan terbang menggunakan parasut yang dirancang khusus untuk melayang di udara.

Para peselancar udara, atau paralayang, menggunakan parasut yang terbuat dari kain tipis dan ringan serta dipasang pada kerangka yang disebut seluncur.

Olahraga ini menawarkan pengalaman yang unik dan menegangkan bagi para penggemarnya, serta memungkinkan mereka untuk menikmati pemandangan indah dari ketinggian.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang olahraga paralayang:

1. Persiapan dan Pelatihan: Sebelum terjun ke olahraga paralayang, penting untuk mendapatkan pelatihan yang memadai dari instruktur yang berpengalaman.

Pelatihan ini meliputi pemahaman tentang peralatan, teknik terbang, navigasi udara, dan keselamatan dalam olahraga paralayang.

2. Peralatan: Peralatan utama dalam olahraga paralayang meliputi parasut, seluncur, helm, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Parasut paralayang terbuat dari kain yang ringan dan kuat, serta dirancang untuk memberikan daya angkat yang cukup untuk melayang di udara.

3. Teknik Terbang: Para paralayang menggunakan teknik terbang untuk mengontrol arah dan ketinggian penerbangan. Mereka menggunakan gerakan tubuh dan kontrol seluncur untuk mengatur kecepatan dan arah terbang, serta melakukan manuver seperti putaran dan miring.

4. Lokasi Terbang: Para paralayang biasanya terbang dari tempat-tempat tertentu yang disebut landasan terbang. Landasan terbang paralayang biasanya terletak di daerah pegunungan atau bukit-bukit yang memiliki angin yang cukup untuk memberikan daya angkat.

5. Keselamatan: Keselamatan merupakan hal yang sangat penting dalam olahraga paralayang. Para paralayang harus memahami kondisi cuaca, mengikuti prosedur keselamatan yang ketat, dan selalu memeriksa peralatan sebelum terbang untuk memastikan keamanan mereka.

6. Pemandangan dan Pengalaman: Salah satu daya tarik utama olahraga paralayang adalah pemandangan yang spektakuler yang dapat dinikmati dari udara.Para paralayang dapat melihat pemandangan alam yang indah, seperti pegunungan, hutan, dan pantai, dari ketinggian yang menakjubkan. Olahraga paralayang menawarkan pengalaman yang mendebarkan dan memuaskan bagi para penggemarnya. Terjun dari ketinggian dan merasakan sensasi melayang di udara memberikan adrenalin yang tinggi dan kepuasan tersendiri bagi para paralayang.

Terjun dari ketinggian dan merasakan sensasi melayang di udara memberikan adrenalin yang tinggi dan kepuasan tersendiri bagi para paralayang.

Meskipun menawarkan pengalaman yang mengasyikkan, olahraga paralayang juga memiliki risiko tertentu yang perlu diperhatikan.

Penting untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan, mengikuti instruksi instruktur, dan memahami kondisi cuaca sebelum terbang.

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan keselamatan, olahraga paralayang dapat dinikmati dengan aman dan memuaskan.

Bagi para pecinta petualangan dan tantangan, olahraga paralayang menjadi pilihan yang menarik untuk merasakan kebebasan dan kegembiraan di udara.

Dengan keberanian, keterampilan, dan kehati-hatian, para paralayang dapat mengeksplorasi dunia dari ketinggian dan menikmati pengalaman yang tak terlupakan dalam olahraga yang spektakuler ini.


Real source:

https://www.okelihat.com/olahraga/93467846/mengenal-olahraga-paralayang-yang-bisa-menikmati-pemandangan?page=2

Apa yang dikenakan saat terbang layang?

 


Paragliding adalah salah satu cabang olahraga yang memberikan perasaan kebebasan yang paling intens. Namun, agar pengalaman ini berlangsung aman dan nyaman, pemilihan peralatan dan pakaian yang tepat sangat penting. Setiap menit yang dihabiskan di langit harus menyenangkan, yang bergantung pada berpakaian sesuai kondisi cuaca dan lokasi penerbangan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang apa yang harus dikenakan saat melakukan paragliding, peralatan apa yang harus dipilih, dan bagaimana pemilihan pakaian mempengaruhi kinerja penerbangan.


Pentingnya Pemilihan Pakaian untuk Paragliding

Paragliding adalah kegiatan yang dilakukan pada ketinggian ratusan meter di atas tanah, dan suhu di langit bisa sangat berbeda dibandingkan dengan di permukaan. Arah angin, kecepatan, dan suhu udara langsung mempengaruhi keseimbangan suhu tubuh. Oleh karena itu, pakaian yang nyaman dan melindungi tubuh selama penerbangan harus dipilih. Pakaian yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga mendukung keselamatan. Misalnya, jaket yang tahan angin atau sepatu dengan sol yang tepat dapat melindungi dari kemungkinan tergelincir dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh udara dingin.


Berdandan Sesuai Kondisi Cuaca

Paragliding biasanya dilakukan di luar ruangan saat angin dalam kondisi yang sesuai, tetapi saat ketinggian, suhu dapat turun. Bahkan di musim panas, Anda mungkin menghadapi angin dingin di puncak. Oleh karena itu, berpakaian berlapis adalah pilihan yang paling ideal. Lapisan pertama adalah pakaian dalam yang menyerap keringat, lapisan kedua adalah fleece atau sweatshirt yang menjaga suhu tubuh, dan lapisan luar adalah jaket yang tahan angin dan air. Dengan cara ini, suhu tubuh tetap seimbang selama penerbangan dan tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca yang mendadak.


Preferensi Pakaian Atas

Penting untuk melindungi bagian atas tubuh selama penerbangan. Bahkan angin ringan terasa lebih efektif di ketinggian. Oleh karena itu, pakaian yang panjang lengan, fleksibel, dan terbuat dari bahan yang dapat bernapas sangat disarankan. Pakaian berbahan katun dapat menyebabkan rasa dingin karena menyerap keringat. Sebagai gantinya, bahan sintetis atau wol merino baik untuk membuang keringat dan menjaga suhu tubuh tetap hangat. Jaket yang digunakan di lapisan luar harus memiliki tudung dan ritsleting untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap angin dan kemungkinan cuaca lembap selama penerbangan.


Preferensi Pakaian Bawah

Selama paragliding, pemilihan pakaian bawah sangat menentukan kenyamanan karena posisi duduk yang berlangsung lama. Sebaiknya hindari celana yang ketat atau membatasi gerakan, pilihlah model yang terbuat dari bahan elastis di daerah lutut dan pinggang. Celana outdoor atau trekking sangat cocok untuk tujuan ini. Selain itu, celana yang tahan air dan tahan angin sangat menguntungkan, terutama untuk penerbangan yang dilakukan pada pagi hari atau di ketinggian. Celana jins atau bahan berat lainnya tidak disarankan karena sulit kering jika basah dan dapat mengurangi kemampuan bergerak.


Pemilihan Sepatu dan Perlindungan Kaki

Sepatu adalah bagian paling penting dari peralatan paragliding. Tanah saat lepas landas dan mendarat bisa berbatu, licin, atau miring. Oleh karena itu, sepatu yang menutupi pergelangan kaki, memiliki sol anti selip, dan terbuat dari bahan yang kokoh harus dipilih. Sepatu trekking atau sepatu hiking adalah pilihan teraman. Sandal, sandal jepit, atau sepatu olahraga datar berisiko tinggi dan tidak memberikan dukungan yang memadai. Selain itu, pemilihan kaus kaki juga penting; kaus kaki yang dapat bernapas dan membuang keringat melindungi kesehatan kaki dan meningkatkan kenyamanan selama penerbangan yang lama.


Penggunaan Sarung Tangan

Banyak orang menganggap sarung tangan sebagai detail yang tidak perlu, tetapi selama paragliding, sarung tangan dapat membuat perbedaan besar. Sarung tangan mencegah gesekan saat berhubungan dengan tali dan melindungi jari dari efek dingin. Terutama di bulan-bulan dingin atau di ketinggian, penggunaan sarung tangan sangat dianjurkan. Di musim panas, sarung tangan tipis dan dapat bernapas dapat digunakan. Dengan cara ini, daya cengkeram meningkat dan kontrol yang aman dapat dipastikan.


Kacamata dan Perlindungan Sinar Matahari

Selama waktu yang dihabiskan di langit, sinar matahari memberikan efek langsung. Oleh karena itu, mengenakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV tidak hanya melindungi mata tetapi juga meningkatkan kejernihan pandangan. Disarankan untuk memilih kacamata daripada lensa kontak, karena angin dapat mengeringkan lensa. Dalam pemilihan kacamata, model yang memiliki perlindungan samping yang tahan angin memberikan kenyamanan selama penerbangan. Selain itu, krim tabir surya juga harus digunakan. Di ketinggian, efek UV meningkat dan kulit dapat terbakar dalam waktu singkat. Terutama untuk wajah, leher, dan tangan, disarankan untuk menggunakan krim tabir surya dengan faktor tinggi.


Helmet dan Peralatan Pelindung

Meskipun paragliding adalah olahraga yang aman, peralatan pelindung dasar harus digunakan dalam setiap penerbangan. Helm melindungi area kepala dari kemungkinan benturan dan mengurangi suara angin, memberikan pengalaman penerbangan yang lebih tenang. Helm yang ringan, berventilasi, dan bersertifikat harus dipilih. Selain itu, beberapa pilot juga memilih untuk menggunakan pelindung lutut dan siku. Aksesoris ini memberikan keamanan tambahan, terutama untuk mereka yang terbang untuk pertama kali. Dalam penerbangan tandem yang dilakukan dengan tim profesional, semua peralatan ini biasanya disediakan oleh perusahaan.


Aksesoris dan Peralatan Ekstra

Agar barang-barang di saku tidak jatuh selama penerbangan, sebaiknya gunakan pakaian yang memiliki saku dengan resleting. Untuk telepon, kunci, atau barang-barang kecil lainnya, sabuk khusus atau saku dalam yang aman adalah yang terbaik. Selain itu, dalam cuaca dingin, menggunakan penutup leher, buff, atau topi tipis dapat meningkatkan kenyamanan penerbangan. Beberapa pilot menggunakan kamera aksi untuk merekam penerbangan; dalam hal ini, sambungan helm harus aman dan kamera harus dipasang dengan cara yang tidak meningkatkan ketahanan angin.


Rekomendasi Berpakaian Sesuai Musim

Untuk penerbangan paragliding yang dilakukan di bulan-bulan musim panas, sebaiknya pilih pakaian yang tipis dan tidak membuat berkeringat. Namun, selalu baik untuk membawa lapisan tipis sebagai pelindung. Di musim dingin, kombinasi pakaian dalam termal, fleece tebal, dan jaket yang diisolasi adalah yang paling ideal. Pada penerbangan musim dingin, sarung tangan, topi, dan kaus kaki tebal harus digunakan. Di musim semi, disarankan untuk berpakaian dengan banyak lapisan sebagai persiapan untuk kondisi cuaca yang berubah-ubah.


Pilihan Warna dan Visibilitas

Ketika melakukan paragliding, memilih pakaian berwarna cerah memberikan keuntungan baik dari segi keamanan maupun visual. Pakaian berwarna cerah lebih mudah terlihat di udara, menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih aman baik untuk pilot maupun penonton. Selain itu, untuk pengambilan foto dan video, gambar yang lebih cerah dapat diperoleh. Warna hitam yang menyerap panas berlebihan dapat menjadi melelahkan pada cuaca panas, sementara warna terang memantulkan panas dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman.


Persiapan Sebelum Paragliding

Selain pemilihan pakaian, persiapan sebelum penerbangan juga penting. Pada hari penerbangan, lakukan sarapan ringan dan hindari konsumsi kafein atau alkohol. Tubuh harus nyaman, dan pakaian tidak boleh mengganggu selama penerbangan. Perhiasan, jam tangan, atau aksesori longgar harus dilepas, dan pemeriksaan peralatan sebelum penerbangan harus dilakukan bersama profesional. Semua langkah ini akan meningkatkan keamanan serta kualitas pengalaman. 


Real source: 

https://unitedpilots.com.tr/id/yamac-parasutunde-ne-giyilir-b2489

PERBEDAAN PARALAYANG, PARADIGLING DAN PARAMOTOR




Akhir-akhir ini semakin populer jenis olahraga aero sport. Olahraga ini dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Olahraga Dirgantara. Sedikitnya ada 9 (sembilan) jenis olahraga dirgantara ini yaitu aero modelling, paralayang, terjun payung, terbang layang, gantole (layang gantung), microlight, pesawat swayasa, paramotor, dan drone.


Sebagai kelompok olahraga dirgantara, umumnya jenis aero sport di atas berada di bawah sebuah federasi olahraga induk yaitu Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). FASI didirikan oleh pemerintah Indonesia pada 17 Januari 1972 untuk membina, mengembangkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan olahraga dirgantara segenap warga negara Indonesia di manapun berada, serta segenap olahragawan dirgantara di seluruh wilayah Republik Indonesia apapun kewarganegaraannya.


Tulisan kali ini tidak akan membahas semua jenis olahraga dirgantara seperti yang disebutkan di atas. Hanya saja dibatasi untuk beberapa jenis istilah olahraga dirgantara saja yaitu paralayang, paragliding dan paramotor. Hal ini karena ada hubungannya dengan Kampus STKIP Rokania, yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Apa hubungannya? Yaitu adanya dukungan Kampus STKIP Rokania terhadap olahraga yang disebutkan di atas.


Kampus STKIP Rokania memiliki sebuah parasut berlogo “ROKANIA” yang sering diterbangkan menggunakan paramotor. Dukungan ini diberikan karena salah satu mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) merupakan atlet paramotor Riau. Namanya Supratman, lebih akrbanya dipanggil Maman. Dia sudah lama menekuni olahraga ini dan sering terbang pada beberapa event yang diadakan oleh pihak Pemprov, Pemkab, masyarakat dan kampus.


Beberapa hari ke depan Supratman juga akan terbang pada saat acara puncak peringatan Hari Jadi Ke-23 Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Tepatnya pada 12 Oktober 2022 ini. Lokasi terbang di atas Kompleks Bina Praja Rokan Hulu di Pasir Pengaraian dan sekitarnya. Kemudian dijadwalkan terbang lagi di langit Rokan Hulu pada saat acara Dies Natalis Ke-8 STKIP Rokania (17/10/2022) dan pada saat acara Wisuda Ke-5 STKIP Rokania yang dijadwalkan antara 20 s.d. 30 Oktober 2022.


Banyak yang belum paham membedakan istilah paralayang, paragliding dan paramotor. Inilah saatnya dijelaskan pengertian istilah tersebut dengan mengutip beberapa sumber. Pertama, paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia), sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Biasanya olahraga paralayang bermula dari atas sebuah bukit atau puncak, kemudian memanfaatkan angin termal dan angin naik di tebing bukit. Parasut paralayang tidak dilengkapi dengan mesin/motor.


Kedua, paragliding dibaca: “paraglaiding”, adalah nama paralayang dalam Bahasa Inggris. Maksudnya sama dengan paralayang. Atlet yang melakukannya disebut paraglider (baca: paraglaider). Dikutip dari dictionary.cambridge.org dikatakan bahwa paragliding is the sport of jumping out of an aircraft with a special parachute that allows you to travel a long horizontal distance before you land. Yaitu olahraga yang dimulai dari terjun dari atas pesawat dengan parasut khusus yang membuat para atletnya terbang secara horizontal sebelum turun/mendarat. Namun saat ini paragliding bisa saja dilakukan dengan meluncur dari atas bukit (tanpa harus menggunakan pesawat).


Ketiga, paramotor adalah sejenis olahraga dirgantara dengan parasut khusus dan menggunakan mesin ringkas (bisa bongkar pasang) sehingga untuk meluncur pertama tidak perlu dari atas bukit namun dapat dilakukan menggunakan kekuatan mesin baling-baling dari atas daratan. Jenis paramotor inilah yang digunakan oleh Supratman untuk terbang membawa parasut berlogo “ROKANIA” tersebut.


Saat dikonfirmasi kepada Supratman beberapa waktu lalu, berat mesin paramotor yang biasa dipakainya itu mencapai 40 kg. Mesin seberat itu disandang di punggung. Namun jika sudah dalam kondisi hidup dan baling-balingnya berfungsi maka mesin itu sendiri yang menjadi pendorong. Bahkan setelah berada di udara dengan mesin hidup maka berat mesin berganti dengan dorongan ke depan yang membantu mengarahkan parasut.


Real source:

https://rokapress.com/mengenal-istilah-paralayang-paragliding-dan-paramotor/

PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA




Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.


Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.


Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.


Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).



 

Dari Terjun Gunung ke Paralayang

Salah satu momentum penting perkembangan olahraga dirgantara ini adalah digaungkannya istilah baru Paralayang untuk menggantikan istilah terjun gunung. Peresmian nama ini dilakukan pada saat Eksebisi Gantolle dan Terjun Gunung di Gunung Haruman Garut pada tanggal 22 dan 23 Mei 1993. Pada akhir tahun 1993 terlahir pula PPI (Persatuan Paralayang Indonesia) sebagai organisasi pertama olahraga paralayang di Indonesia.


Pada awal tahun 1994, olahraga paralayang menjadi olahraga binaan FASI saat Rakernas di Lembang Bandung di bawah Pusat Gantolle Indonesia (PGI). Hertriono Kartowisastro yang sudah menjadi penggiat FASI sebelumnya menjadi salah satu pendorongnya. Pada awal tahun ini pula terselenggara kejuaraan ketepatan mendarat paralayang pertama kali di Puncak Bogor. Pada tahun 1995, kejuaraan nasional paralayang pertama dilaksanakan di Wonogiri dan Kemuning dengan peserta nasional sekitar 20 orang.


Pada tahun 1996 akhirnya paralayang resmi menjadi bagian dari FASI. Organisasi PGI dirubah namanya menjadi Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI) pada munas FASI di Lembang. Paralayang resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang sejajar dengan olahraga Gantolle. Dengan adanya pengakuan FASI ini, maka Paralayang menjadi lebih mudah berkembang di waktu-waktu berikutnya.



Paralayang Menapak Berprestasi Dunia

Kejuaraan nasional paralayang menjadi bagian penting perkembangan paralayang yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun. Lompatan besar perkembangan paralayang terjadi ketika paralayang menjadi bagian dari PON (Pekan Olahraga Nasional) pada tahun 2000 di Batu, Malang, Jawa Timur. Banyak kegiatan internasional pun diikuti, setidaknya ada 3 kegiatan multi event yang menapakkan paralayang menjadi salah satu cabor yang akhirnya ikut mendukung prestasi dunia olahraga Indonesia.


Pada tahun 2008, Paralayang Indonesia memperoleh 7 medali emas dari 8 yang diperebutkan di Asian Beach Games (ABG), Bali. Pada tahun 2011 memperoleh 10 medali emas dari 12 medali yang diperebutkan di SEA GAMES Puncak, Bogor. Pada Asian Games tahun 2018 memperoleh 2 medali emas dari 6 yang diperebutkan. Prestasi paralayang juga terukir dari kejuaraan-kejuaraan tunggal paralayang dari kurun waktu 2010 sd 2019, beberapa atlet Paralayang Indonesia berhasil naik podium pada kejuaraan bergengsi nomor ketepatan mendarat.


Wisata Dirgantara Paralayang

Paralayang tak hanya sebagai sarana hobi atau prestasi, perkembangan terakhir yang sangat mempengaruhi dinamika olahraga ini adalah ketika paralayang menjadi salah satu wisata petualangan dirgantara yang sangat diminati banyak orang. Semakin banyaknya lokasi terbang dan berkembangnya komunitas serta meningkatnya wisata alam, paralayang mendapatkan imbas positif dari perkembangan itu.


Terkait wisata dirgantara paralayang, sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1993 ketika hadirnya parasut tandem, namun proses perkembanganya sangat perlahan hingga berkembang cepat mulai tahun 2010. Saat ini, paralayang menjadi salah satu andalan wisata petualangan Indonesia, sehingga banyak pejabat daerah yang terlibat untuk mengembangkannya.

5 Cara Mengendalikan Paralayang dengan Benar



Cara mengendalikan paralayang dengan benar merupakan kunci untuk menikmati pengalaman terbang yang aman dan menyenangkan.

Olahraga ini menawarkan sensasi luar biasa dengan terbang bebas di langit, namun membutuhkan keterampilan dan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengendalikan sayap dengan baik.

Dengan mempelajari teknik-teknik dasar pengendalian paralayang, setiap penerbang dapat meningkatkan kemampuan terbangnya, mengurangi risiko kecelakaan, serta mengoptimalkan kenyamanan selama berada di udara.

Cara Mengendalikan Paralayang 

Dikutip dari laman overflytenerife.com, cara mengendalikan paralayang merupakan kunci utama untuk menikmati pengalaman terbang yang aman dan menyenangkan.

Paralayang adalah olahraga udara yang menantang, yang membutuhkan keterampilan khusus dalam mengendalikan sayap agar tetap terbang stabil.

Dengan teknik yang tepat, penerbang dapat menghindari risiko kecelakaan dan mengoptimalkan pengalaman terbang mereka. Berikut adalah lima cara untuk mengendalikan paralayang dengan benar:


1. Pemahaman tentang Sayap dan Aerodinamika

Sebelum terbang, penting untuk memahami cara kerja sayap paralayang dan prinsip aerodinamika. Sayap dirancang untuk menangkap angin dan menciptakan daya angkat.

Memahami hal ini akan membantu menjaga kestabilan terbang dan mengendalikan ketinggian serta arah paralayang dengan lebih baik.

2. Menguasai Teknik Lepas Landas

Lepas landas adalah momen krusial dalam paralayang. Pastikan medan landasan cukup datar dan angin mendukung. Tarik tali pengendali dengan tegas dan pastikan sayap terangkat dengan benar.

Keseimbangan tubuh saat lepas landas sangat berpengaruh pada keberhasilan penerbangan.

3. Menjaga Keseimbangan Saat Terbang

Setelah lepas landas, menjaga keseimbangan sangat penting untuk penerbangan yang stabil.

Kontrol sayap secara lembut dengan tali pengendali untuk menyesuaikan arah dan menjaga keseimbangan. Hindari perubahan arah yang terlalu tajam, terutama di tengah turbulensi.

4. Teknik Belok yang Efisien

Saat ingin berbelok, tarik tali pengendali di sisi yang diinginkan secara perlahan.

Teknik ini memungkinkan untuk berpindah arah dengan mulus dan menjaga stabilitas sayap. Belok secara bertahap untuk menghindari kehilangan ketinggian atau kendali.

5. Pendaratan yang Aman

Pendaratan yang aman adalah salah satu keterampilan terpenting dalam paralayang. Pilih area yang cukup luas dan bebas hambatan.

Gunakan teknik flare dengan menarik kedua tali pengendali untuk memperlambat kecepatan sebelum menyentuh tanah. Pastikan kaki siap untuk mendarat agar prosesnya lebih halus.

Dengan memahami dan menguasai cara mengendalikan paralayang di atas, akan dapat menikmati olahraga ini dengan lebih aman dan menyenangkan.

Real source:

https://m.kumparan.com/amp/seputar-hobi/5-cara-mengendalikan-paralayang-dengan-benar-24W9eiovqFR

Wisata Paralayang Batu: Lokasi, Harga Tiket, dan Fasilitas


Paralayang Batu adalah destinasi wisata alam yang terkenal di kawasan Gunung Banyak, Batu, Jawa Timur.

Tempat yang berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar 1.326 mdpl ini banyak dikunjungi wisatawan untuk menjajal kegiatan outdoor paralayang. Tempat wisata paralayang ini tentunya cocok dikunjungi untuk Anda yang bernyali besar dan ingin menantang adrenalin.

Tak cuma diperuntukkan bagi wisatawan saja, kawasan ini juga kerap dijadikan arena landasan take-off para atlet paralayang yang melakukan latihan atau kejuaraan.

Menariknya, Paralayang Batu juga dapat dinikmati pada malam hari. Anda bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota Malang dan Batu dari ketinggian.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut informasi selengkapnya mengenai tempat wisata Paralayang di Kota Batu, Jawa Timur.

Lokasi dan Jam Operasional Paralayang Batu

Dilansir dari situs Paralayang Batu, tempat wisata ini berlokasi di Jalan Gn. Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65315.

Apabila Anda berangkat dari pusat Kota Malang, butuh waktu tempuh sekitar satu jam hingga satu setengah jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Sementara, apabila Anda memulai perjalanan dari Alun-Alun Kota Wisata Batu, hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk sampai ke kawasan Paralayang.

Paralayang Batu buka selama 24 jam nonstop dari Senin sampai Minggu. Kecuali Jumat mulai buka pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB.


Harga Tiket Paralayang Batu

Harga tiket bermain paralayang di Paralayang Batu bersama pendamping plus sewa penginapan berbeda-beda, tergantung paket yang dipilih.

Tersedia paket paralayang dengan tarif Rp500 ribu, paket sunrise Rp650 ribu, hingga paket VIP seharga Rp1 juta.

Untuk paket paralayang, Anda mendapat fasilitas terbang paralayang, monopod, serta disediakan transportasi kembali ke venue.

Sementara untuk paket sunrise, fasilitasnya antara lain penjemputan dari penginapan, terbang paralayang, sunrise moment, monopod/tongsis, coffee and snack, dan bebas tiket parkir dan loket.

Untuk paket VIP, pengunjung mendapat fasilitas penginapan, terbang paralayang, monopod, bebas pilih jam, coffee and snack, merchandise, bebas tiket parkir dan loket, serta asuransi.

Pengunjung yang tertarik bermain paralayang sambil menginap, tak ada salahnya memilih paket liburan dengan melakukan reservasi terlebih dulu ke website resminya.


Fasilitas di Paralayang Batu

Fasilitas di tempat wisata Paralayang Batu tidak sebatas, toilet, area parkir, dan tempat makan saja, melainkan ada juga penginapan hingga spot foto menarik seperti berikut.


1. Arena bermain paralayang

Selain menjadi tempat bermain dan olahraga paralayang, arena sekitar landasannya bisa menjadi spot menarik untuk melihat pemandangan Kota Batu dari atas ketinggian.

Terutama jika datang saat malam hari, Kota Batu terlihat seperti hamparan bintang jatuh yang gemerlap indah.

2. Omah kayu

Omah kayu atau rumah kayu merupakan salah satu fasilitas di Paralayang Batu yang disediakan untuk berswafoto.

Dari bagian omah kayu ini, pengunjung tidak hanya bisa berfoto dari atas ketinggian saja, melainkan bisa sekaligus menikmati panorama indah dan asri sekitar Kota Batu.

3. Penginapan

Bagi pengunjung yang ingin bermalam sambil menikmati suasana di sekitar tempat wisata Paralayang Batu, bisa menginap di beberapa rekomendasi hotel atau vila berikut:

•The Batu Hotels & Villas, Jl. Sultan Agung No.29, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314

Asida Hotel, Jl. Panglima Sudirman 99, Batu, Malang Indonesia

•Hotel Arumdalu, Jl. Arumdalu No.4, Songgoriti, Batu, Malang 65321

•Songgoriti Hotel, Jl. Raya Songgoriti No.51, Batu, Malang, Indonesia

Royal Orchids Garden Hotel, Jl. Indragiri 4, Batu 65313

Itulah informasi seputar Paralayang Batu di Jawa Timur untuk tempat wisata Anda dan keluarga.


Real  source:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230718131143-275-974835/wisata-paralayang-batu-lokasi-harga-tiket-dan-fasilitas/amp#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=17690645597136&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com

Paralayang Kota Malang Siapkan Dua Opsi untuk Regenerasi Atlet

KEHILANGAN  sejumlah atlet akibat batasan usia pada Porprov X Jatim 2027 mendatang tidak membuat Cabor Paralayang Kota Malang khawatir. Mere...